Ijtima’ Alwafa bi Ahdillah Madani DIY: Meneguhkan Keterhubungan Dakwah dan Ketaatan

Pertemuan penuh hikmah di Bantul menanamkan kesadaran bahwa seluruh amal dan perjuangan menuju Allah saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan

Article JAWA TENGAH
Ijtima’ Alwafa bi Ahdillah Madani DIY: Meneguhkan Keterhubungan Dakwah dan Ketaatan

Yogyakarta, 7 Mei 2026 — Majelis Al-Wafa Biahdillah kembali mengadakan kegiatan Ijtima’ Alwafa bi Ahdillah Madani DIY pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini bertempat di kediaman Habib Mustofa Sayyidi Baraqbah, Sewon, Bantul, Yogyakarta, dengan dihadiri oleh 7 ikhwan dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Al-Hadis, kemudian pembacaan kitab Attaujih Annabih. Setelah itu berlangsung sesi pembahasan yang sarat ilmu dan nasihat, lalu ditutup dengan doa bersama, sholat Asar berjamaah, ramah tamah, serta ziarah a’yan kepada Mbah Kiyai Subar, sosok yang dikenal sebagai pendukung majelis mujahadah dan semaan Al-Qur’an di wilayah DIY dan sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Al Habib Mustofa Sayyidi Baraqbah menyampaikan hikmah dari petikan kalam Al Habib Umar bin Hafidz tentang hubungan antara pagi dan petang yang terus bersambung tanpa terputus. Dari gambaran tersebut dijelaskan bahwa kehidupan, ilmu, dzikir, dakwah, dan berbagai bentuk ketaatan memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain.
Beliau menegaskan bahwa seseorang yang benar dalam perjalanan ma’rifah, dzauq, dan penghambaan kepada Allah akan terus berada dalam rangkaian proses yang saling menyambung, sebagaimana pergantian malam dan siang yang tidak pernah terpisah. Begitu pula dalam dakwah dan amal kebaikan, semuanya memerlukan kesinambungan, keseimbangan, dan keteguhan hati.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan dalam penjelasan tersebut semakin menguatkan makna tentang keluasan ilmu Allah serta pergantian malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang ingin mengambil hikmah dan bersyukur.
Panitia pelaksana berharap kegiatan ini dapat semakin menanamkan pemahaman bahwa seluruh aktivitas dakwah menuju Allah dan berbagai bentuk ketaatan pada hakikatnya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Dengan semangat kebersamaan dan kesinambungan amal, diharapkan para ikhwan mampu terus menjaga istiqamah dalam perjuangan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

Muhamad Ali Mufti
Ditulis oleh Muhamad Ali Mufti JAWA TENGAH