Magelang, 30 April 2026 — Alhamdulillah, Alwafa Madani Magelang & Jogjakarta kembali menggelar ijtimak rutin pada Kamis Pahing, 30 April 2026, sebagai persiapan menuju ijtimak fasli. Kegiatan kali ini berlangsung di kawasan wisata alam Negeri Kahyangan, Dusun Surodadi, Wonolelo, Sawangan, Magelang, dengan suasana yang sejuk dan penuh kekhidmatan.
Ijtimak ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan asatidz, di antaranya Habib Sayyidi Mustofa Baraqbah, Ustadz Adnan Bisri, Ustadz Hasan Jawadi, Ustadz Ahmad Suja’i, Ustadz Fathul Bari, Ustadz Ahmad Saifuddin, Ustadz Ulinnuha, Ustadz Nurkholis, Ustadz Ulil Albab, Abdul Aziz, serta Mas Supri selaku pengelola wisata alam Tol Kahyangan.
Acara dimulai dengan rotib Al-Fatihah, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Saifuddin, kemudian pembacaan hadis oleh Ustadz Fathul Bari. Suasana semakin hangat dengan sambutan dari Ketua Madani Jogjakarta, Ustadz Ahmad Suja’i, yang menegaskan pentingnya menjaga istiqamah dalam dakwah dan kebersamaan.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah pemaparan dari Mas Supri terkait dakwah dan kerja kemanusiaan di kawasan tersebut. Ia menceritakan bahwa wilayah wisata Tol Kahyangan dulunya merupakan lahan subur kristenisasi, khususnya sejak tahun 1970-an, ketika sebagian masyarakat terpengaruh oleh ajakan misionaris hingga jumlah kaum muslimin tersisa hanya sekitar enam keluarga.
Namun seiring berjalannya waktu, dengan usaha dan kegigihan, masyarakat mulai kembali kepada Islam. Kini, sekitar 60% penduduk dusun tersebut telah menjadi muslim. Tidak hanya itu, kondisi ekonomi masyarakat juga mengalami peningkatan, seiring berkembangnya kawasan wisata yang dikelola dengan baik.
Mas Supri juga menyampaikan bahwa di lokasi tersebut rutin diadakan majelis sholawat setiap tahunnya, yang pernah dihadiri oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Di akhir pemaparannya, beliau memohon doa dari para hadirin untuk kelancaran pembangunan masjid yang tengah dirintis demi kebutuhan ibadah masyarakat setempat.
Ijtimak ditutup dengan pembacaan mahalul qiyam dan doa bersama, menghadirkan suasana haru dan penuh harapan.
Melalui kegiatan ini, Alwafa Madani tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga meneguhkan peran dakwah yang menyentuh aspek spiritual dan sosial, serta menjadi bagian dari perubahan nyata di tengah masyarakat