Kuningan – Majelis Al-Wafa Bi'ahdillah kembali menyelenggarakan Ijtima' Madani pada Jum'at, 31 Juli 2026 M, bertempat di Pondok Pesantren Al-Madani, Purwasari, Garawangi, Kuningan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.30 hingga 17.00 WIB ini diselenggarakan di kediaman Shohibul Bait, Ustadz Umar Kholil, dan dihadiri oleh para ikhwan majelis dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Maulid Syarobutthohur, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dan kajian Kitab Idloat Bima'nal Irtibath. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan Sholat Asar berjamaah, dilanjutkan dengan ramah tamah yang semakin mempererat ukhuwah di antara para hadirin.
Dalam kajian kitab, disampaikan beberapa faedah berharga dari Sayyidil Habib Umar bin Hafidz mengenai hakikat hubungan seorang hamba dengan Rasulullah SAW. Beliau menjelaskan bahwa nisbah kepada Nabi Muhammad SAW merupakan nisbah hati dan ruh, dan kemuliaan tertinggi adalah ketika seseorang benar-benar masuk ke dalam lingkaran kedekatan dengan Rasulullah SAW, sehingga kehidupannya dipenuhi cahaya bimbingan beliau.
Beliau juga menerangkan bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, mereka yang duduk di majelis para wali namun tidak memperoleh hakikat dari majelis tersebut. Kedua, mereka yang tidak hadir secara fisik di majelis para wali, tetapi hatinya tetap tersambung kepada mereka. Ketiga, mereka yang menghimpun keduanya, yaitu hadir secara lahir di majelis sekaligus hadir secara hati dan ruh bersama para wali. Golongan terakhir inilah yang menjadi harapan setiap penempuh jalan menuju Allah SWT.
Pada kesempatan yang sama, dijelaskan pula bahwa seorang da'i pada hakikatnya adalah penerus risalah Nabi Muhammad SAW, baik secara lahir maupun batin. Seseorang yang menyadari kedudukannya sebagai penerus risalah secara batin akan dibersihkan dari penyakit-penyakit hati, sedangkan orang yang mengamalkan tugas tersebut dalam kehidupan nyata akan dijauhkan dari berbagai penyakit lahir, sehingga dakwahnya menjadi lebih ikhlas, penuh kasih sayang, dan membawa manfaat bagi umat.
Usai seluruh rangkaian kegiatan, para peserta melanjutkan agenda dengan ziarah A'yan kepada salah satu Khirrij Rubath Tarim, KH. Ahmad Saifullah. Dalam suasana penuh kehangatan, beliau berbagi kisah mengenai keadaan Tarim, menyampaikan berbagai nasihat. Pertemuan tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau, memohon keberkahan, keistiqamahan, dan kemudahan dalam mengemban amanah dakwah.
Melalui kegiatan Ijtima' Madani ini, Majelis Al-Wafa Bi'ahdillah berharap nilai-nilai mahabbah kepada Rasulullah SAW, kecintaan kepada para ulama, serta semangat menjaga tali keterhubungan ruhani (irtibath) terus tumbuh dalam diri setiap anggota majelis, sehingga mampu menjadi bekal dalam meniti jalan menuju ridha Allah SWT.